Kembangkan Bisnis dengan Teknologi Informasi
14-11-2008 10:55:38 am

Dewasa ini peranan teknologi informasi (TI) dalam pengembangan bisnis kian menentukan. Fungsi TI tidak hanya menjadi monopoliperusahaan-perusahaan kelas kakap dengan investasi besar-besaran; bisnis kelas usaha kecil dan menengah (UKM) pun dapat memanfaatkan fungsi TI.
Informasi dan Internet adalah 2 hal kunci yang menentukan dalam bisnis dewasa ini. Persaingan bisnis bukan semata urusan persaingan mutu produk, promosi, atau strategi harga. Namun, penguasaan dan kesepatan mendapatkan informasi juga dapat sangat menentukan.
Peluang bisnis dapat dimulai dari informasi mengenai kebutuhan komoditas tertentu disebuah daerah ditanah air. Jika seorang pebisnis mengetahui daerah yang membutuhkan serta memiliki informasi daerah yang dapat memberikan pasokan, lengkap dengan kualitas dan harga yang sesuai, tentu kemungkinan mewujudkan peluang bisnis tersebut semakin besar.
Kebutuhan akan informasi inilah yang ditangkap oleh Infomedia. Perusahaan yang dulunya dikenal sebagai pembuat direktori Yellow Pages dalam bentuk cetakan ini kini memasuki era digital, yaitu dalam bentuk CD ROM. Bentuk digital ini sangat memudahkan karena memungkinkan dilakukan pencarian (Searchable) sehingga informasi lebih cepat ditemukan. Selain itu, informasi yang disediakan juga dapat diakses melalui telepon (Halo Yellow) dan internet (Yellow Pages Online).
Bagi banyak perusahaan,penerapan layanan berbasis teknologi yang banyak dikembangkan dewasa ini adalah layanan contact center. layanan yang dapat dikembangkan menggunakan aplikasi telepon, SMS, email, Web dan chatting ini bukan semata saluran komunikasi, tetapi dapat membantu meningkatkan hubungan dengan pelanggan yang nantinya dapat mendorong peningkatan bisnis perusahaan. Layanan delivery oleh gerai makanan atau penjualan tiket oleh maskapai penerbangan merupakan contoh aplikasi contact center. Masing-masing bisnis dapat mengemas sendiri layanan contact center sesuai dengan kebutuhan dan target bisnisnya.
UKM
Hal lain yang menarik dicermati bahwa pemanfaatan perangkat teknologi informasi memang sangat membantu untuk mengefisienkan berbagai proses bisnis. Sebut saja digitalisasi data serta pemanfaatan internet untuk berkirim data digital dan sebagai sumber informasi. Selama ini kebutuhan akan perangkat teknologi informasi seperti komputer PC atau notebook sering terkendala pada masalah harga, terutama bagi kalangan pebisnis UKM. namun, belakangan banyak vendor yang mulai serius menggarap pasar ini-terutama karena melihat prospek penggunanya yang meningkat secara drastis.
IDC, sebagaimana yang dikutip dari IDC Worldwide Quarterly PC Tracker, Juni 2008, meramalkan, pada tahun 2009 segmen UKM akan menguasai 31% dari total pasar notebook PC(termasuk produk ultraportable) diseluruh dunia. Di Amerika Serikat, IDC meramalkan segmen UKM akan tumbuh dari 7,5 juta notebook PC pada tahun 2007 menjadi 11,6 juta pada tahun 2011. Pertumbuhan disegmen ini melampaui pertumbuhan pada para pembeli volume besar tradisional, perusahaan besar (large enterprise) dan perusahaan sangat besar (very large enterprise).
Para vendor pun bersiap mengantisipasi tren pasar ini. misalnya seperti yang dilakukan pabrikan komputer Lenovo yang memperkenalkkan ThinkPad SL series sebagai mainstream brand untuk pengguna UKM. "produk ini menggabungkan fitur ThinkPad yang diketahui dan sangat diapresiasi oleh pengguna kalangan bisnis, seperti ketahanan, keandalan dan kinerja, yang semuanya digabungkan dengan teknologi teknologi unik, software dan layanan yang diperuntukkan bagi pengguna disektor UKM. kami memahami bahwa menu layanan pada pengguna UKM sangat penting karena mereka mungkin tidak memiliki staf TI dan kami memperkenalkan ThinkPad SL Series bagi mereka" papar Sandy Lumy, Country General Manager, lenovo Indonesia.
Menyikapi krisi ekonomi yang melanda dunia saat ini, Sandy menyatakan pihaknya tetap optimis-terutama mengandalkan inovasi yang dilakukan melalui produk-produk Lenovo. Menurut Sandy, Teknologi akan tetap sangat penting bagi perusahaan-perusahaan sebagai mesin inovasi dan pendorong efisiensi, pada saat pasar naik atau turun. Inovasi membedakan satu perusahaan dengan kompetitornya, dan investasi berkesinambungan untuk inovasi akan membuat pelanggan tetap kembali meskipun dalam keadaan ekonomi yang sulit. "Di Lenovo, kkami percaya bahwa inovasi akan menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi bagi pelanggan kami, seperti PC hemat energi kami yang terbaru, yang memenuhi kebutuhan akan tren green technology yang merupakan prospek dan kesempatan penting dalam sektor teknologi dimasa mendatang," ujar Sandy.

Sumber: Kompas 12 November 2008